'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Webinar Majelis Tabligh dan Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Selatan tentang Islam dan Kesehatan Melalui Zoom
01 Desember 2020 08:50 WIB | dibaca 56
Pada hari Sabtu tanggal 6 Rabiul Akhir 1442 bertepatan dengan tanggal 21 November 2020, telah diadakan Webinar oleh Majelis Tabligh dan Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sumatera Selatan. 
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Selatan, ibu Dra Hj Darmi Hartati MM, dalam sambutannya menjelaskan bahwa dengan adanya perpanjangan periode kepengurusan selama 2 tahun, maka kegiatan organisasi tidak boleh vakum. Menurutnya 2 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak yang bisa dikerjakan. 'Aisyiyaph harus tetap bergerak, berdakwah dengan melalui perbuatan atau dengan lisan. Pandemi ini belum berakhir. Apa yang bisa dilakukan untuk membantu sesama harus tetap dilakukan. Semangat Taawun harus tetap digelorakan. Karena itu adalah " roh" organisasi. Beliau menambahkan bahwa kegiatan webinar ini akan dilaksanakan setiap bulan. Diawali oleh majelis tabligh dan majelis kesehatan dan akan dilanjutkan oleh majelis majelis yg lain. Di akhir sambutannya, ibu ketua sekali lagi menegaskan jangan sampai terjadi kekosongan kegiatan. Tetap berbuat, berjuang, berazam untuk melakukan yang terbaik. In syaa Allah akan dimudahkan dan ditolong oleh Allah. Allah-lah sebaik baik penolong. 
 
Sementara itu Prof Dr dr Yuwono M.Biomed selaku nara sumber menjelaskan bahwa, untuk tetap sehat lahir dan batin ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
 
PERBAIKAN PRILAKU
1. Peran perilaku 50%
2. Peran genetik 20%
3. Peran sanitasi 20%
4. Peran health core 10%
 
Sedangkan kiat praktis untuk menggapai hidup Hasanah, beliau menyarankan hal hal berikut: 
 
1. Menjaga adab makan. 80% penyakit berhubungan dengan pola makan dan perut. Makanan  harus baik, berkah dan halal. Makan saat lapar berhenti sebelum kenyang. Disesuaikan dengan kondisi masing masing. 
2. Jadwal disesuaikan dengan waktu shalat
3. Cukup tidur, cukup makan, cukup gerak, berpikir positif. Biasakan berkumpul dengan orang orang yang berpikiran positif
4. Biasakan untuk ceria
5. Semangat dan aktif bekerja atau berbisnis 
6. Bila sakit berobat kepada ahlinya. Berusaha sungguh sungguh baru berdoa dan tawakkal
7. Bila ada wabah atau pandemi jangan keluar masuk. Isolasi. Pisahkan yang sehat dari yang sakit. 
 
Adapun kiat mencapai hidup Hasanah adalah sebagai berikut:
 
1. Menjauhkan diri dari perbuatan buruk, dosa, yang haram, yang subhat, menjaga kesehatan
2. Membiasakan diri membasahi bibir dengan berzikir, berkata yang baik, selalu memenuhi hati dengan kesyukuran, tubuh yang aktif
3. Memilih hidup di lingkungan yang baik atau hidup bersama dengan orang - orang yang baik. 
 
Adapun perbaikan perilaku yang diharapkan adalah :
1. Pembelajar mandiri
2. Biasa menjaga kebersihan
3. Menjaga imunitas tubuh. Imun yang kuat diperoleh dari makanan prebiotik, probiotik dan zinc. Perbanyak makan sayur- sayuran,  kacang kacangan serta buah - buahan
4. Semangat dan ceria dalam menjalani hidup. Selalu berpikiran positif. Orang yang selalu bersyukur dan ceria, imun tubuhnya menjadi kuat. 
Itulah penjelasan Prof Yuwono agar diperoleh badan yg sehat.
Sedangkan menanggapi pertanyaan mengenai covid beliau mengutarakan pendapat sebagai berikut : 
1. Covid memang benar - benar ada, terbukti banyak orang  yang meninggal
2. Kita jangan terlalu takut, sehingga tidak berani melakukan apapun. Jangan pula terlalu abai sehingga melalaikan protokol kesehatan
3. Ikuti protokol kesehatan di manapun berada. Memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. 
4. Imun tubuh yang kuat dapat melawan covid. Selalu bersyukur dan ceria merupakan imun yang kuat
Sebagai penutup ceramahnya Prof Yuwono menghimbau untuk tetap berhati- hati, dan banyak mencari tahu tentang covid. 
Seminar daring ini diikuti oleh unsur Pimpinan Wilayah ' Aisyiyah Sumatera Selatan dan 14 Pimpinan Daerah ' Aisyiyah. 3 Pimpinan Daerah belum bisa gabung karena kendala signal.  Seminar ini berlangsung hangat dan akrab. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan - pertanyaan. Tapi tidak semua pertanyaan dapat  dijawab karena terbatasnya waktu. Kegiatan ini banyak manfaatnya. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Aamiin. Wallahu a' lam bisshowaab. MN
Shared Post: